Senin, 30 April 2012

Love You














08.01.2012

Awalnya dia gua anggap seperti kk gua sendiri. Gua suka dia sayang dia. Tapi perasaan suka dan sayang ini pun hanya sebatas buat kk. Tapi percaya gk perasaan seperti itu hanya sebatas sebagai seorang kk? Awalnya gua berpikir mungkin saja itu terjadi. perasaan ini hanya sebatas kk gk lebih. tapi ternyata kenyataan berkata lain. Perasaan gua lebih dari seorang kk untuknya dan dia juga demikian sama gua. Dia suka gua sayang gua, yang awalnya hanya sebatas adik. Sekarang telah berubah.

Dia orang yang udah gk asing lagi bagi gua. Gua selalu ketemu dengannya sejak gua masih SD, lalu sekarang kita bertemu kembali. saat gua SMA. Dia selalu bilang "Jodoh" tapi gua gk percaya. Dia orang yang bisa buat gua senang kembali di saat gua sedang sedih. Di saat gua nangis dia rela tangannya gua pukulin hingga merah-merah. Diantara semuanya dia yang paling bisa bikin gua tersenyum kembali saat sedih. Dia rela melakukan apa pun hanya untuk membuat gua bisa tersenyum kembali. Dia lebih dari seorang kk buat gua. Dia orang yang paling berharga dan terpenting buat gua. Diantara yang lain hanya dia yang bisa buat gua tersenyum kembali saat sedih.

Gua baru kenal dia sekarang. padahal gua dengannya sering bertemu dulu tapi sayangnya gk saling mengenal waktu dulu. Baru saling mengenalnya sekarang. Di saat gua masuk dia harus keluar. Gua dengannya 1 sekolah. Gua baru jadi murid baru di sekolah tersebut tapi dia. Dia udah kelas akhir (XII) Yang artinya gua harus rela berpisah ma dia. Harus rela gk ketemu dia lagi di sekolah. Harus rela saat sedih gk akan ada lagi yang buat gua kembali tersenyum. Gua pasti bakalan kangen banget ma dia. Gua bakalan kangen pulang bareng dia, kangen ngelihat senyumnya dia, kangen ngelihat tingkahnya dia. Apalagi kalau dia cari perhatian ma gua, tingkahnya yang lucu itu bikin gua gk bisa berhenti tertawa. Kangen saat dia godain gua, ngeledekin gua, carigara ma gua. Segala tentangnya buat gua kangen.


Minggu, 08 Januari 2012

Hari dimana dia nembak gua. Sore hari dia nembak gua tapi malamnya baru gua jawab. Awalnya gua ragu buat nerima dia karena gua gk ingin asal nerima aja. Karena gua gk yakin dengan perasaan gua sama dia. Tapi setelah gua pikir-pikir hingga malam. Akhirnya jam 09:05 gua ngasih dia jawaban gua. Gua nerima dia. Gua udah ngerasa yakin dengan perasaan gua ke dia. Perasaan gua ke dia udah lebih dari sekedar seorang kk. Gua ternyata udah jatuh cinta ma dia. Perlakuan dia yang baik banget ke gua buat gua luluh dan akhirnya jatuh cinta ma dia. Gua serius ma dia. gua udah gk main-main lagi kalau pacaran. Buat dia gua benar-benar sayang banget ma dia. Dia sekarang segalanya buat gua. Gua gk mau kehilangan dia. Dia sangat berarti buat gua.

Meskipun dalam hubungan ini kita suka sering berantem. Hingga gua nangis nyampe banting hp. tapi kita bakal akur lagi. Gua gk bisa marah ke dia lama-lama. Tiap kali gua ngerasa marah ma dia. Dia pasti buat gua tertawa kembali. tingkahnya dia yang seperti ini yang buat gua gk bisa lama-lama marah ma dia. Meskipun dia tuh bandel banget orangnya, suka susah banget di bilangin. Gua tetap sayang banget ma dia. Gua gk mau kehilangan dia.
Sekarang gua dengan dia udah 3 bulan dan bentar lagi menjadi 4 bulan.

Aishiteru ne ai.


Sabtu, 18 Februari 2012

Want You


Saya tidak ingin kehilanganmu. tidak ingin berpisah darimu.
Sudah cukup saya merasakan kehilangan. saya sudah tidak ingin merasa kehilangan lagi.
Tidak ingin kehilangan dirimu.

Kau tahu saya sangat membutuhkanmu. saya selalu menginginkanmu untuk selalu ada di sampingku.
Saya tidak ingin melepaskanmu dari genggamanku.
saya masih ingin kaku berada dalam genggaman ini.
berada di sampingku. selalu ada di saat ku sangat membutuhkanmu.

Tidak cukupkah saya kehilangan orang-orang yang saya sayangi selama ini?
hingga kau juga akan pergi meninggalkanku seorang diri di sini.
Kau segalanya bagiku. Kau alasanku untuk terus bertahan.
Tidak ingin kehilangan dirimu.

Sebuah Kedewasaan

Kata orang, menjadi dewasa berarti harus membuat pilihan. Hidup menjadi serentetan tanggung jawab yang harus diemban, baik suka maupun tidak, mau ataupun enggan. Terkadang, orang dewasa seperti sesosok badan tak berjiwa. Semakin dewasa seseorang, semakin pudar jiwanya, menjadi robot yang berkutat dengan rutinitas.
Bukankah lucu, anak-anak kerap kali berdoa supaya cepat besar, remaja tak sabaran karena tak kunjung dewasa, yang tua berharap dapat kembali menjadi anak-anak, dan perputaran itu tidak pernah berakhir? ~ Unforgettable by Winna Efendi


Orang dewasa kadng-kadang berubah menjadi kekanak-kanakan tergantung kondisi dan cara mereka memakai akal mereka. Orang dewasa akan menjadi cengeng kalau masalah dan beban mereka terlalu berat, makanya orang dewasa pun memerlukan orang untuk curhat. Karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. ~ By Dia

Mungkinkah (Stinky)


Tetes air mata basahi pipimu
Di saat kita 'kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu


Begitu beratnya kaulepas diriku
Sebut namaku jika kaurindukan aku
Aku akan datang...


Mungkinkah kita 'kan s'lalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
'Tuk melepaskan semua kerinduanku, oh...


Lambaian tanganmu iringi langkahku
Terbesit tanya di hatiku
Akankah dirimu 'kan tetap milikku
Saat kembali di pelukanku


Begitu beratnya kaulepas diriku
Sebut namaku jika kaurindukan aku
Aku akan datang...


Mungkinkah kita 'kan s'lalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
'Tuk melepaskan semua kerinduanku


Kau kusayang, s'lalu kujaga
Takkan kulepas s'lamanya
Hilangkanlah keraguanmu
Pada diriku, di saat 'ku jauh darimu

Selasa, 14 Februari 2012

Tidak ada judul


Angin semilir berhembus. Menerpa wajahku. Sinar mentari berwarna jingga kekuningan. Mentari kembali ke peraduannya. Menghilang di batas cakrawala yang tersisa hanya-lah sinar-sinar-nya yang terpantul di atas permukaan laut. Aku terduduk di bibir pantai menikmati mentari kembali ke peraduannya. Hembusan angin sepoi-sepoi menerpa wajahku. Menerbangkan rambutku, membuat rambutku menjadi acak-acakan. Namun, aku tidak peduli. Sekarang ini aku sedang menikmati indahnya pemandangan yang tersaji di hadapanku. Mentari pun telah hilang di batas cakrawala. Terganti oleh sinar-sinar kecil bintang-bintang yang mulai bermunculan di langit malam.

Rembulan pun turut menghiasi langit malam. Memamerkan sinarnya, seolah-olah tidak ingin kalah dari sinar bintang-bintang. Tugas mentari pagi pun tergantikan oleh rambulan dan bintang-bintang. Sinar mereka tidak kalah terang dan indah dari sinar mentari. Angin semakin kencang berhembus menusuk kulitku. Namun aku hanya terdiam di tempatku berada. Yang aku lakukan hanyalah memeluk tubuhku sendiri. Sebisa mungkin membuat tubuhku menjadi hangat. Sedari tadi aku berada di sini namun enggan rasanya aku berdiri hanya sekedar untuk mengambil jaket agar angin dingin tidak terlalu menusuk kulitku. Angin yang berhembus semakin dingin menusuk kulit dan tulangku. Aku tetap terdiam. Hanya sebisa mungkin memeluk tubuhku agar bisa menjadi lebih hangat. Sekarang pikiranku tidak sedang bersama tubuhku.

Pikiranku melayang ke masa itu. Masa di mana aku bersama dengannya.

Aku terdiam, terpaku beberapa saat. Pandanganku terarah ke hadapanku. Melihat indahnya lautan yang terhampar di hadapanku. Hanya untuk beberapa saat. Lalu aku arahkan pandanganku ke atas mencoba melihat indahnya langit malam. Melihat sinar rembulan dan bintang-bintang yang berlomba-lomba untuk menyinari bumi ini. “sangat indah seperti biasa” pikirku.

Kembali. Aku teringat akan kenangan-kenangan dirinya. Tak terasa pandanganku mulai memburam. Pandangan di hadapanku hanya terlihat samar-samar. Mataku sudah tidak bisa lagi menahan air mata ini. Air mata yang sedari tadi aku tahan agar tidak terjatuh membasahi pipi ini. Ternyata usahaku sia-sia. Aku merasakannya, mata ini serasa berat. Dari sudut mataku jatuh sebutir kristal bening. Jatuh lurus melewati pipiku. Sudah tidak bisa lagi aku menahannya, air mata ini pun jatuh dengan berlomba-lomba untuk membasahi pipiku. Aku pun membenamkan wajahku di antara kedua kakiku.
Terisak. Tangisan ini membuatku seperti susah untuk bernafas. Pikiranku terus mengingat akan dirinya yang membuatku semakin terisak, membuat tangisan ini semakin lama untuk berhenti, seolah tahu air mata ini pun tidak mau kalah. Air mataku semakin deras membasahi pipiku. Semakin berjatuhan untuk membasahi pipiku membuat tangisanku semakin tidak bisa berhenti membuatku semakin tidak bisa bernafas dengan benar. Pikiranku melayang di kenangan-kenangan saat aku bersama dengannya. Seolah-olah tidak ingin keluar dari kenangan-kenangan tersebut. Kenangan-kenangan itu seperti sedang menertawaiku. Menertawai kebodohanku selama ini. Kenangan-kenangan itu seperti sedang mengejekku, mereka terlihat sangat senang saat melihat aku menangis karena mereka.

Angin semakin kencang berhembus. Semakin dingin, semakin menusuk kulit dan tulang ini. Aku mencoba kembali untuk menghangatkan badanku. Namun usahaku sia-sia, angin terlalu dingin. Sebisa mungkin aku berusaha mendongakkan kepalaku untuk melihat keadaan langit. Betapa terkejutnya aku saat melihat langit, kini mereka sudah tidak di hiasi lagi oleh sinar-sinar dari rembulan maupun bintang. Yang ada kini langit di hiasi oleh awan. Awan kelam yang sangat tebal. Menghalangi sinar-sinar dari bintang dan rembulan.

Apakah langit juga ingin mengejekku, menertawaiku? Atau langit juga turut bersedih akan diriku ini? Tapi apapun jawabannya, aku tidak peduli. Karena yang aku inginkan saat ini hanyalah berada di sini.

Sebisa mungkin aku redakan air mata ini, aku enyahkan semua kenangan-kenangan akan dirinya yang terus muncul dalam ingatan ini. Air mataku bisa berhenti mengalir namun isakan ini? Aku masih terus terisak.

Sepertinya kenangan-kenangan ini sudah puas menertawaiku. Buktinya sekarang ini mereka mau kembali masuk ke dalam kotak. Mungkin mereka mengkasihani aku yang terus-terusan menangis karena mereka. Mungkin hanya untuk saat ini saja mereka berbaik hati padaku. Mungkin di lain waktu mereka akan tetap menertawaiku sepuasnya. Pikiranku telah kembali ke tubuh ini. Membuatku bisa kembali berpikir dengan jernih. Membuatku bisa kembali memakai akal sehatku bukan emosiku. Untuk yang terakhir kalinya aku memandang hamparan lautan di hadapanku. Kembali melihat betapa indahnya mereka. Sayang tidak ada yang menyinari mereka seperti tadi. Aku mendongak ke atas, melihat langit malam masih terhiasi oleh awan-awan kelam. Menghalangi sinar rembulan dan bintang.

Aku pun berdiri dari tempatku. Sebisa mungkin membuat kaki ini mau menuruti kemauanku. Sebisa mungkin aku melangkah meninggalkan tempat ini. Air mataku pun turut berhenti. Yang meninggalkan bekas tetes-tetes butiran kristal yang sedari tadi telah mengering. Sekuat mungkin, sebisa mungkin. Aku berjalan meninggalkan pantai ini.

Air mata ini boleh berhenti untuk saat ini tapi pasti suatu saat akan kembali mengalir kembali dengan derasnya. Kenangan-kenangan ini pun boleh kembali ke kotaknya tapi suatu saat nanti pasti mereka akan kembali keluar. Akan kembali memintaku untuk aku kenang hingga membuatku kembali menangis karenanya.

Segalanya boleh berhenti untuk saat ini. Tapi ada satu yang tidak akan berhenti untuk selamanya. Yaitu mencintaimu. Apa pun yang terjadi aku akan tetap dan terus mencintaimu selamanya. Mencintaimu seumur hidupku. Menuggumu kembali kepadaku. Sampai kapan pun aku akan terus menunggumu sampai kamu datang.

Sabtu, 17 September 2011

Just about me

Wah, tidak terasa sudah lama saya tidak buka blog ini dan posting :D. Postingan kali ini hanya sekedar bercerita sedikit tentang saya :D

Semua orang selalu mengecap saya sebagai orang yang pendiam, tetapi nyatanya saya tidak seperti itu :D. Hanya saja karena berada di lingkungan yang baru dan merasa asing membuat saya lebih memilih untuk diam tanpa kata. Membuat orang-orang di sekitar berpikiran saya orang yang pendiam :D.
Teman-teman saya mengatakan saya baik hati, yah.. memang sih baik hati tapi terkadang kejam juga :D. Meskipun pendiam tapi kalau sudah marah jangan di tanyakan lagi, semuanya bilang kalau saya marah seperti setan mengerikan. Soalnya saya kalau marah langsung diam dan membuat orang lain bertanya-tanya apa salah mereka.
Saya merasa tidak bisa melihat orang lain menangis (apalagi teman dekat) jika ada yyang menangis mereka bisa berhasil buat saya langsung memeluk mereka dan membuat mereka diam (kesannya seperti sifat dewasaku muncul :D). Teman-teman SMPku mengatakan saya memiliki sifat yang dewasa, sangat bertolak belakang dari sifat-sifat mereka yang masih kekanak-kanakan (itu semua betul). Namun di balik sikap kedewasaanku terkadang sifat kekanak-kanakanku suka muncul apalagi terhadap teman-teman terdekat dan pacar *PLAAK*
Ada banyak hal yang membuatku berubah sifatny amenjadi anak-anak. Suka ngambek gak jelas, marah-marah gak jelas, pokoknya seperti anak-anak deh :D. Bahkan lebih parah dari teman-teman saya yang seperti anak kecil. Jika saya sedang ngobrol dengan orang lain dan merasa topik pembicaraan tersebut sudah tidak mengenakan di hati saya lebih memilih untuk diam tanpa memberikan alasannya. Saya selalu merasa tidak bisa mengutarakan hal yang tidak kuinginkan kepada prang lain.
Ada banyak sifat kekanak-kanakan dalam diri ini. Saya paling tidak bisa perasaanku yang sesungguhnya terlihat jelas oleh orang lain, saya selalu merasa malu kalau sampai perasaanku yang sesungguhnya terlihat jelas >///< Saat hal tersebut terjadi, sifat anak kecil ini yang labih menguasaiku selalu berpikir untuk membuat orang lain yang harus berpikir apa yang harus mereka perbuat.

Bintang dan cokelat adalah hal yang bisa membuatku merasa senang dan gembira lagi. Hanya dengan di berikan cokelat saja saya bisa memafkan kesalahan orang lain (sebenarnya sih karena gak bisa lama-lama marahan dengan orang lain XD). Jika di lihat baik-baik hampir barangku yand saya miliki bertemakan bintang :D yah.. memang saya tidak bisa lepas dari benda yang satu ini XD. Di kamarku saja tertempel bintang glow in the dark (pengen lagi tapi dah gak ada ). Pengen punya kalung yang bintang lagi tapi dah gak ada yang jual lagi (bintang yang dimaksud bintang di langit bukan bintang laut yh)

yah.. ada banyak hal tentang saya tapi sepertiny acukup samapi di sini perkenalan dirinya, dah banyak juga yang di ceritakan :D